Organisasi Kerjasama Ekonomi Internasional

1.     Kerjasama Kelompok Produsen

Contoh-contoh kerja sama kelompok produsen antara lain seperti adanya kelompok negara penghasil karet, negara penghasil kopi, negara penghasil teh, negara penghasil minyak, dan lain-lain. Bentuk-bentuknya antara lain sebagai berikut.
a.       Para produsen mengatur agen penjual tunggal yang membeli semua produk mereka dengan harga dan pemasaran produk yang terkoordinasi dan disepakati.
b.      Para produsen melakukan perjanjian menentukan harga jual yang sama. Akibatnya, persaingan produk mereka bukan dalam harga, melainkan lebih dalam hal diferensiasi produk (misalnya, kemasan dan rasa yang beranekaragam).
c.       Para produsen sepakat membatasi jumlah produksi termasuk sistem pemakaian kuota.
OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries) merupakan contoh kerjasama produsen di bidang ekspor minyak.

2.       Kerjasama Ekonomi Regional
a.      AFTA: Asean Free Trade Area
AFTA merupakan wujud kesepakatan negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan, di mana tidak ada lagi hambatan tarif (bea masuk 0-5%) maupun hambatan nontarif bagi negara-negara anggota ASEAN.

Tujuan AFTA:
·         Meningkatkan daya saing ekonomi kawasan ASEAN.
·         Menjadikan ASEAN sebagai salah satu basis produksi dunia.
·         Menarik investasi dan meningkatkan perdagangan antaranggota ASEAN.
·         Menciptakan pasar regional bagi 500 juta penduduk ASEAN.

b.      EU: European Union
EU atau Uni Eropa bertujuan:
·         Mempromosikan dan memperluas kerja sama di antara para anggotanya, termasuk di bidang ekonomi serta perdagangan.
·         Menerapkan Economic and Monetary Union, pengaturan ekonomi dan moneter yang menjadi dasar pembentukan satu mata uang bagi para anggota EU, yaitu Euro.

c.       NAFTA: North American Free Trade Agreement
NAFTA memiliki tiga anggota, yaitu Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko.

d.      APEC: Asia-Pasific Economic Cooperation

e.      Cooperative Economic and Social Development in Asia and the Pasific
Dikenal sebagai Colombo Plan, lembaga ini bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di Asia Selatan dan Asia Tenggara.
Bentuk-bentuk bantuan Colombo Plan adalah sebagai berikut.
a.       Pinjaman dan sumbangan untuk proyek-proyek nasional
b.      Bahan makanan, pupuk, dan barang-barang konsumsi
c.       Alat-alat perlengkapan (mesin, alat angkutan, dan alat laboraturium)
d.      Jasa tenaga ahli
e.      Pendidikan dan latihan keterampilan.
f.        Program pertukaran pelajar.
g.       Program pelatihan dan pembangunan fasilitas pelatihan.

f.        G-8: Group of Eight
G-8 merupakan forum ekonomi dan politik negara-negara industri utama dunia, yang terdiri atas Kanada, Jerman, Prancis, Italia, Jepang, Inggris, Rusia, dan Amerika Serikat.

3.     Kerjasama Ekonomi Internasional di bawah PBB

a.      International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) atau World Bank
Tujuan dibentuknya adalah:
a.       Memberikan bantuan kredit modal jangka panjang dan pendek kepada negara-negara berkembang untuk membiayai pembangunannya.
b.      Memberikan bantuan teknik secara cuma-cuma.
c.       Membantu negara-negara dalam meningkatkan perdagangan internasional.

b.      International Monetary Fund (IMF)
Tujuan dibentuknya IMF adalah untuk memajukan kerja sama internasional di bidang ekonomi, keuangan, dan perdagangan.

c.       United Nations Development Program (UNDP)
UNDP adalah badan PBB yang memberikan sumbangan untuk membiayai program-program pembangunan, terutama bagi negara-negara berkembang.

d.      United Nations Industrial Development Organization (UNIDO)
Tujuan didirikannya UNIDO adalah untuk meningkatkan pembangunan di bidang industri bagi negara-negara berkembang.

e.       Food and Agriculture Organization (FAO)
FAO adalah Organisasi Pangan dan Pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah dan mutu persediaan pangan dunia.

f.        International Labor Organization (ILO)
ILO atau Organisasi Perburuhan Internasional bertujuan untuk memperjuangkan nasib dan hak-hak kaum buruh.

g.       General Agreement on Tariffs and Trade (GATT)
Lembaga ini didirikan untuk menghilangkan rintangan-rintangan dalam perdagangan internasional.

h.      World Trade Organization (WTO)
Awalnya dibuat untuk menggantikan GATT, tetapi, peran WTO lebih besar ketimbang GATT. GATT hanya mengatur perdangan barang, sementara WTO mencakup perdagangan jasa.

4.    Kerjasama Ekonomi Internasional Non-PBB
a.      Inter-Govermental Group on Indonesia (IGGI)
IGGI adalah kelompok negara-negara maju dan juga lembaga internasional yang ingin memberi pinjaman pada Indonesia untuk membiayai pembangunan.

b.      Consultative Group for Indonesia (CGI)
Didirikan oleh Bank Dunia sebagai pengganti IGGI.

c.       Asian Development Bank
Bank Pembangunan Asia memberikan pinjaman dangan syarat-syarat lunak untuk membiayai pembangunan.

d.      Islamic Development Bank (IDB)
Bank Pembangunan Islam yang bertujuan untuk membantu pembangunan ekonomi dan social bagi negara-negara anggota dan masyarakat Islam dengan cara memberikan pinjaman dengan syarat-syarat lunak.

Sumber Materi

Judul Buku          : IPS Ekonomi SMP Kelas IX
Pengarang          : Suyanto dan Nurhadi
Penerbit              : Erlangga

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s